Kota Sumbawa Besar merupakan ibukota dari Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sumbawa Besar merupakan salah satu kota terpadat di pulau Sumbawa selain Bima dan Dompu.
![]() |
| Peta Pulau Sumbawa |
Sumbawa. kata yang asing mungkin yang baru teman-teman dengar. Saya ingin cerita sedikit mengenai pengalamn saya ketika saya ditanya asal saya dari mana. Pernah saat itu saya ditanya kemudian saya
menjawab "asal saya dari Sumbawa". "Sumbawa yang ada Pulau Komodonya itu ya?" "kamu orang Sumbawa kok putih" "Sumbawa itu dekat Papua kan?" "Sumabawa itu beta sonde" thats NOT TRUE!!! mungkin yang teman-teman maksud itu adalah pulau Sumba yang namanya hampir mirip dengan Sumbawa yang cuman kurang kata "wa" saja ya. Sumbawa Berada di Samping Pulau Lombok tepatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
menjawab "asal saya dari Sumbawa". "Sumbawa yang ada Pulau Komodonya itu ya?" "kamu orang Sumbawa kok putih" "Sumbawa itu dekat Papua kan?" "Sumabawa itu beta sonde" thats NOT TRUE!!! mungkin yang teman-teman maksud itu adalah pulau Sumba yang namanya hampir mirip dengan Sumbawa yang cuman kurang kata "wa" saja ya. Sumbawa Berada di Samping Pulau Lombok tepatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Di Sumbawa Besar banyak sekali obyek wisata yang sarat dengan nilai
sejarah, dan kaya arsitektur. Tidak hanya itu, keindahan alamnya juga
memukau karena di Sumbawa Besar banyak pulau-pulau kecil yang indah.
Pulau yang paling terkenal memang Pulau Moyo.
Berikut adalah destinasi wisata terbaik di Sumbawa Besar yang bisa teman-teman kunjungi.
1. Istana Tua Dalam Loka
Istana Tua Dalam Loka terlihat sangat megah dan istana ini didirikan pada tahun 1885 dan tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Terletak di jantung kota Sumbawa Besar sehingga tidak susah untuk menuju ke sana.
Istana ini memiliki luas bangunan 904 meter persegi dan pantas tercatat sebagai salah satu rumah panggung terbesar di dunia. Istana Tua Dalam Loka dibangun pada era Sultan Muhammad Syah III (1883 – 1931) yang merupakan sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa. Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III dikukuhkan sebagai penguasa Sumbawa berdasarkan Akte Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tanggal 18 Oktober 1883. Mulai saat itulah rakyat Sumbawa merasakan penjajahan kolonial Belanda.
Yang menarik adalah bahan baku pembangunan istana sebagaian besar didatangkan dari pelosok desa di sekitar istana. Kayu jati berukuran besar berasal dari hutan jati sedangkan atapnya yang terbuat dari seng berasal dari Singapura. Bangunan istana yang kini digunakan sebagai Museum Daerah Sumbawa ini sarat akan pesan filosofis dan merupakan simbol landmark Kota Sumbawa Besar. Sayang saya lihat bangunan ini kurang terawat dan terkesan dibiarkan.
Untuk memotret istana ini saat paling tepat adalah pagi hari, karena saya kebetulan sampai pada siang hari dan mendapatkan istana ini backlight dengan sinar matahari. Esoknya saya datang pagi-pagi sekali karena cahaya yang masuk pas mengenai bangunan istana ini.
Jika Anda ingin memotret di dalam istana bawalah tripod, karena di dalam ternyata cahaya cukup gelap. Jika perlu gunakan flash untuk mengisi sudut-sudut kosong dari istana ini.
1. Istana Tua Dalam Loka
Istana Tua Dalam Loka terlihat sangat megah dan istana ini didirikan pada tahun 1885 dan tercatat sebagai rumah panggung terbesar di dunia. Terletak di jantung kota Sumbawa Besar sehingga tidak susah untuk menuju ke sana.
Istana ini memiliki luas bangunan 904 meter persegi dan pantas tercatat sebagai salah satu rumah panggung terbesar di dunia. Istana Tua Dalam Loka dibangun pada era Sultan Muhammad Syah III (1883 – 1931) yang merupakan sultan ke-16 dari Dinasti Dewa Dalam Bawa. Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III dikukuhkan sebagai penguasa Sumbawa berdasarkan Akte Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tanggal 18 Oktober 1883. Mulai saat itulah rakyat Sumbawa merasakan penjajahan kolonial Belanda.
Yang menarik adalah bahan baku pembangunan istana sebagaian besar didatangkan dari pelosok desa di sekitar istana. Kayu jati berukuran besar berasal dari hutan jati sedangkan atapnya yang terbuat dari seng berasal dari Singapura. Bangunan istana yang kini digunakan sebagai Museum Daerah Sumbawa ini sarat akan pesan filosofis dan merupakan simbol landmark Kota Sumbawa Besar. Sayang saya lihat bangunan ini kurang terawat dan terkesan dibiarkan.
Untuk memotret istana ini saat paling tepat adalah pagi hari, karena saya kebetulan sampai pada siang hari dan mendapatkan istana ini backlight dengan sinar matahari. Esoknya saya datang pagi-pagi sekali karena cahaya yang masuk pas mengenai bangunan istana ini.
Jika Anda ingin memotret di dalam istana bawalah tripod, karena di dalam ternyata cahaya cukup gelap. Jika perlu gunakan flash untuk mengisi sudut-sudut kosong dari istana ini.
Wisma Praja di Kota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.Landmark lainnya dari Sumbawa Besar adalah Wisma Praja. Bangunan ini merupakan Istana Belanda pada tahun 1932, tempat kediaman terakhir Sultan Kaharuddin III. Beliau melakukan kegiatan pemerintahan di sini. Sekarang digunakan sebagai tempat penerimaan tamu–tamu agung dan kegiatan–kegiatan upacara/resepsi yang bersifat formal, serta pertemuan terkait kepemerintahan lainnya.
Untuk memotret Wisma Praja lebih baik menjelang sore hari, karena kebalikan dari Istana Tua Loka. Saat yang tepat matahari mengenai bangunan adalah pada sore hari.
3. Pantai Kencana
Pantai Kencana merupakan tempat rekreasi yang sudah punya infrastruktur yang lengkap, karena di sini berdiri sebuah hotel. Untuk menuju Pantai Kencana jaraknya sekitar 11 km dari Kota Sumbawa Besar dan merupakan pantai yang cukup menawan dan ditata rapi.
Pantai Kencana di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.4. Desa Poto
Sumbawa dikenal sebagai penghasil madu hutan terbaik, selain madu hutan ternyata di Sumbawa Besar sangat terkenal akan kerajinan tenun yang begitu melegenda. Kerajinan tenun Sumbawa begitu khas, dan terbukti mempunyai kualitas yang terbaik diantara semua tenun yang ada di Indonesia.
Desa Poto merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yang tetap memelihara kelestarian budaya daerah seperti tenunan tradisional ini. Di sini kita bisa melihat langsung bahkan bisa memotret pembuatan tenun Sumbawa.
Perajin tenun di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.Untuk menuju ke Desa Poto yang letaknya di Kecamatan Moyo Hilir kira-kira 13 km dari kota Sumbawa Desar dapat dijangkau dengan sarana transportasi darat seperti angkutan umum ataupun menggunakan mobil.
Di desa Poto ini kita bisa mengabadikan para perajin tenun, mereka biasanya mengerjakan tenun di dalam rumah. Keahlian para wanita Sumbawa yang diwariskan secara turun menurun. Untuk bisa memotret sebaiknya kita meminta izin terlebih dahulu.
Karena di dalam rumah kondisi cukup gelap, pakailah lensa dengan bukaan besar misal F2.8 atau F1.8 agar bisa menangkap momen secara baik. Hindari menggunakan flash karena bisa mengganggu para ibu-ibu perajin tenun ini. Jika sudah memotret hindari memberikan uang kepada mereka. Lebih baik Anda membeli hasil tenun mereka.
Kuliner Sumbawa Besar memang tidak jauh dari hasil laut, ya seafood di Sumbawa Besar sangat terkenal. Karena letak Sumbawa Besar ini dekat dengan laut yang membuat hasil laut di daerah ini melimpah.
Nah! dengar kata kuliner tidak asing lagi kan di telinga teman-teman kali ini saya akan memperkenalkan kuliner-kuliner khas Sumbawa Besar yang harus teman-teman coba.
- Singang
warung
makan di Sumbawa, berbahan ikan segar. Ikan yang dipilih boleh apa
saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan ikan bandeng atau kakap.
Sebelum dimasak, ikan dipotong-potong
sesuai selera. Sedangkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan seperti cabe
rawit, bawang putih & bawang merah, kemiri, kunyit untuk
menghilangkan bau dan memberi warna masakan, asam Jawa secukupnya, minyak goreng secukupnya, daun kemangi, cabe rawit ijo dan air secukupnya.
Untuk memasaknya,
semua bumbu dihaluskan, mencapurkan asam Jawa dengan air putih,
memanaskan minyak goreng untuk menumis bumbu hingga baunya harum.
Setelah itu, masukan air asam Jawa hingga mendidih, masukan ikan
hingga mengental.
Langkah berikutnya, memmasukkan cabe
rawit kemangi ( tidak perlu terlalu lama), diangkat dan dituangkan ke
dalam mangkuk dan siap dihidangkan bersama nasi putih. Singang sangat
nikmat disajikan dalam keadaan panas.
- Sepat
Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama Pulau Lombok biasanya hanya
terkenal dengan ayam Taliwang. Namun di Pulau Sumbawa tepatnya di Kabupaten Sumbawa, juga menyimpan
kuliner khas lain yakni ikan kuah sepat khas Sumbawa. Ikan celup kuah
sepat adalah ikan bakar yang disajikan dengan nasi putih, sambal tomat
dan irisan mentimun. Ikan yang dipilih biasanya adalah jenis kakap dan
baronang serta berukuran sedang.
Kuah sepat terbuat dari terong,
mangga muda, daun aru dan ketimun belimbing wuluh, tomat, kemiri dan
asam Sumbawa. Bahan ditaruh di dalam mangkuk kemudian dituangi air. Kuah
sepat disajikan tanpa dimasak lebih dahulu. Ini menjadikan kuah ini
terasa asam segar. Rasanya seperti acar. Bedanya, asam kuah ini alami
dari bahannya, bukan karena cuka.
Masakan yang menggunakan kuah sepat bisa disebut ikan celup kuah sepat karena cara memakannya. Daging ikan disuwir, dicelupkan ke kuah sepat lalu dicocolkan di sambal tomat, baru dimakan.
Saat menyentuh lidah, rasanya lengkap. Ada rasa manis dari ikan bakar, asam kuah sepat serta pedas dari sambal tomat. Semua papila lidah mencecap masakan. Kita akan berpikir, masakan ini lezat.
Ikan kuah sepat paling pas disantap saat makan siang. Nasi putih pulen berpadu dengan citarasa masakan ikan memberi kenikmatan dan pasokan energi setelah tenaga dikuras.
Sembari menyantap ikan kuah sepat, paling pas ditemani kelapa muda utuh dengan perasan jeruk nipis. Hmm... siang bolong nan terik jadi terasa sejuk dan segar.
Ikan kuah sepat bisa dicicipi bila Anda berkunjung ke Pantai Goa di Kabupaten Sumbawa. Warung-warung di pinggir pantai yang menyajikan kreasi kuliner ini sambil menikmati indahnya panorama pantai Tanjung Pengamas.
Masakan yang menggunakan kuah sepat bisa disebut ikan celup kuah sepat karena cara memakannya. Daging ikan disuwir, dicelupkan ke kuah sepat lalu dicocolkan di sambal tomat, baru dimakan.
Saat menyentuh lidah, rasanya lengkap. Ada rasa manis dari ikan bakar, asam kuah sepat serta pedas dari sambal tomat. Semua papila lidah mencecap masakan. Kita akan berpikir, masakan ini lezat.
Ikan kuah sepat paling pas disantap saat makan siang. Nasi putih pulen berpadu dengan citarasa masakan ikan memberi kenikmatan dan pasokan energi setelah tenaga dikuras.
Sembari menyantap ikan kuah sepat, paling pas ditemani kelapa muda utuh dengan perasan jeruk nipis. Hmm... siang bolong nan terik jadi terasa sejuk dan segar.
Ikan kuah sepat bisa dicicipi bila Anda berkunjung ke Pantai Goa di Kabupaten Sumbawa. Warung-warung di pinggir pantai yang menyajikan kreasi kuliner ini sambil menikmati indahnya panorama pantai Tanjung Pengamas.
Sepat adalah masakan
khas daerah Sumbawa, rasanya asam - asam segar. Biasanya di bulan puasa,
30 hari puasa maka 30 hari sepat hadir menemani berbuka.
- Gecok
rupakan salah satu masakan khas Sumbawa yang berbahan utama daging dan jeroan sapi.dihidangkan dengan cara seperti ditumis dan dibalut dengan parutan kelapa berbumbu.
kesan garing, renyah, dan gurih menyelimuti makanan khas Sumbawa ini.
Ada beberapa kuliner khas daerah seperti ikan pepes dan sambal mangga. O iya jika ke Sumbawa Besar harga ayam lebih mahal dari ikan. Jadi lebih baik memakan ikan di sini, selain segar, harganya pun juga terjangkau.
Nah ! gimana teman-teman pada penasaran kan sama masakan daerah Sumbawa, itu hanya segelintir kecil saja masih banyak makanan makanan khas dari Sumbawa yang rasanya nikmat banget.
#AyokeSumbawa xoxo


Tidak ada komentar:
Posting Komentar